BAB I

PENDAHULUAN

Di Indonesia kedelai meerupakan komoditas pangan yang strategis sehingga upaya untuk berswasembada tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk mendukung agroindustri dan menghemat devisa dan serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Langkah swasembada harus ditempuh karena ketergantungan yang makin besar pada impor bisa menjadi musibah terutama jika harga dunia sangat mahal akibat stok menurun. Ketergantungan kepada bahan pangan dari luar negeri dalam jumlah besar akan melumpuhkan ketahanan nasional dan mengganggu stabilitas social, ekonomi dan politik. Ketahanan pangan dan kedaulatan pangan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Tingkat swasembada kedelai sampai saat ini belum tercapai karena jumlah kebutuhan masih relatif lebih besar dibandingkan dengan jumlah produksi. Hal ini menyebabkan impor kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Peeningkatan ketahanan pangan merupakan progam utama departemen pertanian yang berdampingan dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

Ketahanan pangan merupakan konsep yang dinamis dalam arti dapat digunakan untuk mengukur secara langsung kualitas sumber daya dengan cara mengukur kecukupan pangan dan gizinya. Karena sifatnya yang dinamis, ketahanan paqngan disuatu Negara sangat dipengaruhi tidak hanya dari produksi dan sistemnya namun juga oleh kondisi social ekonomi yang terjadi dinegara tersebut.

–         arti strategis kedelai

è    kedelai merupakan komoditas tanaman pangan tepenting setelah padi dan jagung. Selain itu kedelai juga merupakan komoditas palawija yang kaya akan protein. Kedelai segar sangat dibutuhknan dalam industri pangan dan bungkil kedelai dibutuhkan untuk industri pakan

è    kedelai merupakan komoditas strategis yang unik tapi kontradiktif dalam sistem usahatani diindonesia.

è    Kedelai merupakan sumber protein dan lemak yang sangat tinggi bagi gizi manusia dan hewan

è    Kedelai merupakan komoditas pangan bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Beberapa produk pangan yang dihasilkan dari kedelai antara lain tahu, tempe, kecap, eskrim, susu kedelai, minyak makan dan tepung kedelai

è    Kedelai sebagai tanaman pala wija tradisional telah berubah dari tanaman sampingan menjadi tanaman strategis dalam ekonomi nasional

è    Kedelai merupakan salah satu tanaman palawija yang menduduki posisi sangat penting untuk konsumsi pangan, pakan, dan bahan baku karena mngandung protein, lemak, vitamin dan mineral

 

BAB III

PENUTUP

 

A.     KESIMPULAN

Ketergantungan indonesia pada impor kedelai , yang makin meningkat baik volume maupun nilainya, sangat membahayakan terhadap ketahanan pangan nasional. Bukti empiris adanya lonjakan harga kedelai diatas ambang batas psikologis telah membuat susah banyak orang karena adanya ”multiplier effect” dari adanya gejolak ini. Adanya impor kedelai yang sebenernya dapat diproduksi petani dalam negeri, membuat turunnya semangat petani untuk menigkatkan produksi. Dalam hal ini pemerintah harus berani dan mampu memberikan perlindungan harga kepada petani sehingga petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri .

Ditinjau dari semangat untuk membangun perekenomian indonesia dengan kekuatan sendiri, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri, hal ini sangat sejalan dengan catatn historis keberadaan dan kelangsungan masyarakat indonesia karena kedelai bagi indonesia bukan semata-mata sebagai komoditas bernilai ekonomi juga sekaligus mengandung nilai sosial , psikologis dan politik. Dalam hal ini indonesia tidak perlu memperluas dan memperdalam liberalisasi perdagangan pangan, terutama untuk melindungi petani dan persaingan yang tidak adil dalam perdagangan kedelai dunia

 

daftar pustaka

Alimoeso, S. 2008. Produksi Kedelai Belum Akan Menolong. Kompas, 26 Januari 2008

Arifin, B. 2007. Krisis Pangan Dapat Dihindari. Bisnis Indonesia 30 November 2007

Arsyad, MA dan M. Syam. 1995. Kedelai Sumber Pertumbuhan Produksi dan Teknk Budidaya. Puslitbang Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian