BAG III

1. Judul : APAKAH PERSOALANNYA PADA SUBSIDI BBM ?

Nama pengarang : Hanan Nugroho

Tahun : 2011

2. Tema : Subsidi

3. Latar Belakang Masalah :

Latar belakang di buatnya jurnal ini ,menurut beliau “ subsidi BBM yang telahditerapkan oleh pemerintah indonesia , mekanisme penyediaan BBM diindonesia, kecenderungan perdagangan minyak indonesia , serta kaitan subsidi BBM dan APBN. Selain menilai pelaksanaan subsidi BBM diindonesia”

Fenomena (datastatistik/berita)

Setiap tahun pemerintah mengeluarkan dna untuk “subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)”. Jumlah subsidi BBM yang dianggarkan dalam APBN, selain cenderung meningkat, juga cukup bear dibandingkan komponen pengeluaran APBN yang lain, khususnya setelah krisis finansial/ekonomi 1997/98. Pemerintah bertekad untuk mengurngi subsidi BBM, dan menyatakan hal itu anatara lain dalam UU No.20 tahun 2000 tentang program Pembangunan Nasional yang menengasakan penghapusan subsidi BBM dapat dicapai pada tahun 2004.

Riset :

Dalam penelitian yang sudah di lakukan dapat dikatakan bahwa mekanisme dan elemen biaya penyediaan BBM,memnunjukan aliran material dari minyak mentah menjadi BBM dan produk-produk minyak lainnya diindonesia. Di kemukakan bawa BBM indonesia berasal dari : (i) hsil pengolahan kilang dalam negeri, (ii) diimpor langsung dalam bentuk BBM , dan (iii) stok BBM didalam negeri.

Elemen penyedian BBM didalam negeri dengan memperhatikan mekanisme penyediaan tersebut, adalah meliputi :
(i) Biya impor minyk mentah
(ii) Biaya pembelian minyak mentah dalam negeri
(iii) Biaya impor BBM
(iv) Biaya pengilangan
(v) Biaya distribusi
(vi) Biaya tak langsung

Minyak mentah impor dibeli dengan harga pasar. Sebaliknya, minyak mentah produksi dlam negeri dibeli dengan harga yang berada dibawah harga pasar internasional. Selain itu, dalam skema Production Sharing Contract (PSC) indonesia, ada kewajiban kepada pemegang kontrak untuk menjual sebagian produksinyakedlam negeri dengan harga khusus yng lebih rendah dibndingkan dengan harga pasar, khususny bila produksi telah dilakukan lama (pasal mengenai DMO/Domestic Market Obligation). Harga minyak dunia melambung tinggi seperti belakangn ini akan meningkatkan biaya, khususny untuk impor minyak mentah dan impor BBM. Karena harga jual BBM di pasar domestik harus mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah, maka sebagai akibatnya subsidi BBM akan meningkat.

Motivasi penelitian :

Motivasi dri penelitian ini agar tulisan ini dapat memberikan gambaran dasar mengenai subsidi BBM yang diterapkan oleh pemerintah indonesia, mekanisme penyedian BBM diindonesia, kecenderungan perdagan minyak diindonesia, serta kaitan subsidi BBM dan APBN, selain menilai pelaksanan subsidi BBM diindonesia, lebih jauh tulisan ini mengusulkan lngkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM dengan memperbaiki pola konsumsi energi nasional. Penekanan diberikan pada pembangunan infastruktur energi non-BBM untuk mempercepat pelaksanaan diversifikasi sumber daya energi. Sebagai bagian pula dari upaya mengurangi ketergantungan pd minyak dan menghilangkan subsidi BBM.

4. Masalah :

Perkembangan subsidi BBM saat ini saatlah mengkhawatirkan, angka subsidi BBM menunjukan, khususnya pada tahun 2000 dan 2001. Meskipun terdapt penurunan subsidi BBM pda tahun 2002 dan 2003 sebagai hasil dari dinaikanny harga BB, namun karena harga minyak mentah dunia yang kemudian melonjak tinggi, diperkirakan untuk subsidi yng harus dikeluarkan pemerintah akan meningkatkan lagi dalam tahun 2004 (menjadi sekitar Rp60 triliun rupiah). Pemerintah indonesia sesungguhnya baru mengeluarkan subsidi BBM yang sangat besar saat terjadinya sejak krisis moneter/ekonomi 1998. Lonjkan perubahan kurs Rp/US $ sekitar tiga kali lipat menjadi faktor utama yng menyebabkan meningkatnya angka subsidi tersebut. Kerena penjualan BBM didalam negeri menggunakan rupiah dan harganya tidak segera disesuaikan, sedngkan sebagian komponen penyediaan BBM adalah mata uang US$

5. Tujuan Penelititan :

Penulis dalam jurnal itu menuturkan,”Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bukti bahwa “subsidi BBM telahberkembang melampaui kemampuan dari pendapatan dari pendapatan ekspor minyak bumi untuk menanggung beban studi BBM tersebut. Karena itu secara bertahap, subsidi BBM perlu dihapuskan” dan “efesiensi konsumsi BBM diindonesia perlu diperbaiki melalui perbaikan pengangguran BBM di sektor transportasi, industri, pembangkit tenanga listrik, maupun rumah tangga”