BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1              Latar Belakang Masalah

Zaman sekarang internet merupakan suatu kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar. Hal itulah yang mendasari semakin banyak bermunculan warung internet atau yang lebih dikenal dengan warnet. Seperti diketahui bahwa keberadaan warnet di Indonesia saat ini semakin menjamur baik di kota-kota besar maupun di daerah.

Di Indonesia keberadaan warnet sudah merupakan hal yang wajar dan tidak asing lagi karena sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan internet. Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang memasang internet pribadi dikarenakan pemasangannya yang cukup rumit dan biaya yang mahal. Bagi masyarakat yang tidak memasang internet dapat menggunakan jasa warnet.

Para pencinta atau maniak online seakan-akan dimanjakan oleh kehadiran warnet yang lokasinya berada di sekitar lingkungan mereka. Keberadaan warnet di sekitar lingkungan sangat membantu bagi masyarakat untuk dapat mengakses dan menemukan segala macam informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah dengan tarif yang relatif terjangkau oleh masyarakat luas.

Selain membantu masyarakat, warnet juga membantu dalam mencipatakan lapangan pekerjaan. Seperti diketahui pada saat ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang disebabkan minimnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan serta tingginya standarisasi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan adanya hal ini maka timbul pemikiran untuk menciptakan lapangan kerja.

Bagi masyarakat yang memiliki modal cukup dapat menciptakan badan usaha sendiri yang memerlukan tindakan dan keputusan manajemen yang tepat serta memilih lokasi yang strategis, misalnya badan usaha pada warnet dengan nama Bude.net yang terletak di komplek Perumahan Pondok Ungu Permai. Warnet ini sudah berjalan selama dua tahun lebih, terhitung dari tahun 2009 yang kegiatannya bergerak di bidang jasa penyewaan internet. Mayoritas pelanggan warnet tersebut adalah dari lingkungan masyakat sekitar.

Dilihat dari banyaknya permintaan konsumen yang ingin menggunakan jasa warnet tersebut maka tidaklah mungkin untuk dapat melayani semua keinginan konsumen, oleh karena itu warnet Bude.net ingin mengembangkan usahanya dengan cara menambah fasilitas yang ada seperti menambah 3 unit komputer baru dari sebelumnya 22 unit komputer, AC, meja, dan kursi. Dengan adanya pengembangan usaha ini maka perlu dilakukannya studi kelayakan guna menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Maka penulis ingin meneliti kelayakan pengembangan usaha yang dilakukan warnet Bude.net dan memberi judul penulisan ilmiah ini “Analisis Kelayakan Pengembangan Bisnis Dalam Usaha Pada Warnet Bude.Net”

 

1.2              Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1        Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penlitian ilmiah ini adalah apakah rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net dapat memberikan keuntungan ?

 

1.2.2        Batasan Masalah

Dalam penelitian ilmiah ini, penulis membatasi masalah pada perluasan usaha yang dilaksanakan oleh warnet Bude.net dengan menambah dari 22 unit komputer menjadi 25 unit komputer. Proyek yang dilaksanakan tersebut menggunakan aspek-aspek studi kelayakan diantaranya aspek pasar, aspek manajemen atau SDM, teknologi, sosial ekonomi, hukum dan yuridis, serta khususnya dalam aspek keuangan seperti penelitian investasi menggunakan metode Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Profitabilitas Index (PI), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan memperkirakan pendapatan dari aset-aset yang baru pada warnet Bude.net untuk tahun 2012 ke depan.

 

1.3              Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah untuk mengetahui layak tidaknya rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net.

 

 

1.4              Manfaat Penelitian

Manfaat dengan diadakannya penelitian ini :

  1. Sebagai sarana penunjang dalam proses belajar studi kelayakan proyek bagi mahasiswa.
  2. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi untuk pengembangan usaha bagi badan usaha tersebut.
  3. Sebagai bahan acuan bagi seseorang atau badan usaha lain dalam berinvestasi untuk mendirikan maupun mengembangkan usahanya.
  4. Sebagai contoh penelitian untuk membantu mahasiswa yang ingin melakukan suatu penelitian yang sejenis.

 

1.5              Metode Penelitian

1.5.1        Objek Penelitian

Objek pada penelitian ilmiah ini adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang usaha warnet yang terletak di Perumahan Pondok Ungu Permai.

 

1.5.2        Data / Variabel

Data / variabel yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah perkiraan pendapatan dari aset-aset yang baru pada warnet Bude.net.

 

1.5.3        Metode Pengumpulan Data / Variabel

Metode pengumpulan data / variabel dan keterangan serta informasi yang relevan, maka penulisan melakukan dengan cara sebagai berikut :

 

  1. Metode Studi Pustaka :

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data-data atau bahan yang diperlukan yang bersumber dari buku dan internet yang diperlukan sebagai landasan teoritas untuk menganalisa data yang diperoleh di lapangan.

  1. Metode Studi Lapangan

Penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap obyeknya, guna mendapatkan data-data primer maupun data sekunder yang diperlukan untuk penelitian ilmiah ini.

 

1.5.4        Alat Analisis yang Digunakan

Dalam penulisan ilmiah ini alat analisis yang digunakan adalah Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Profitabilitas Indeks (PI),  Internal Rate of Return (IRR).

 

Rumus-rumus :

–       Payback Periode

 

 

–       Net Present Value (NPV)

    Kas bersih 1        Kas bersih 2                 Kas bersih N

       NPV =                          +                           + . . . +                            – investasi

       ( 1 + r )                   ( 1 + r )2                                      ( 1 + r )N

 

 

–       Profitabilitas Indeks (PI)

 

 

–       Internal Rate of Return (IRR)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1       Kerangka Teori

2.1.1    Pengertian Studi Kelayakan

Studi kelayakan proyek menurut Suratman, 2001 adalah studi atau penelitian dalam rangka untuk menilai layak tidaknya proyek investasi yang akan dilakukan dengan berhasil dan menguntungkan secara ekonomis.

Studi kelayakan proyek menurut Kasmir dan Jakfar, 2012 adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan.

Objek yang diteliti dapat berbentuk proyek besar maupun proyek yang sederhana. Pengertian keberhasilan ini dapat diartikan berbeda-beda.

–        Pihak swasta : lebih berminat mengenai manfaat ekonomis suatu investasi.

–        Pihak pemerintah atau lembaga non profit : menguntungkan dalam arti yang lebih relatif seperti :

  1. Manfaat bagi masyarakat luas dalam penyerapan tenaga kerja.
  2. Pemanfaatan sumber daya tersebut.
  3. Penghematan devisa serta penambahan devisa.

Pada umumnya suatu studi kelayakan proyek menyangkut tiga aspek yaitu :

  1. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (manfaat finansial) dengan maksud apakah proyek tersebut menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut.
  2. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (manfaat ekonomi nasional).
  3. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut.

 

2.1.2    Tujuan Dilakukan Studi Kelayakan Bisnis

Ada beberapa tujuan studi kelayakan bisnis menurut Kasmir dan Jakfar, 2012 yaitu :

  1. Menghindari resiko kerugian

Bertujuan untuk meminimalkan resiko, baik yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

  1. Memudahkan perencanaan

Perencanaan tersebut meliputi jumlah dana, waktu pelaksanaan, lokasi, serta keuntungan yang akan didapat.

  1. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan

Perencanaan yang telah dibuat dapat dijalankan sesuai dengan jadwal pelaksanaan usaha sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar.

  1. Memudahkan pengawasan

Pengawasan dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun.

  1. Memudahkan pengendalian

Tujuannya yaitu untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng dari pengawasan.

Dari kelima tujuan diatas, pada intinya adalah apabila suatu usaha dijalankan tidak akan sia-sia. Kesia-siaan itu baik berupa materil, tenaga maupun pikiran, serta tidak akan menimbulkan masalah dimasa yang akan datang.

            Oleh karena itu, sebelum studi kelayakan bisnis dijalankan tim yang akan menangani studi kelayakan bisnis harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kelengkapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh.
  2. Tenaga ahli yang dimiliki dalam tim studi kelayakan bisnis benar-benar tangguh.
  3. Penentuan metode dan alat ukur yang tepat.
  4. Loyalitas tim studi kelayakan bisnis.

Apabila kita telah melakukan studi secara benar, paling tidak setiap resiko dapat diminimalkandan tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Akhirnya usaha yang dijalankan dapat memberikan berbagai keuntungan atau manfaat, baik untuk perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat luas.

 

2.1.3    Aspek-Aspek Studi Kelayakan

Menurut Suratman, 2001 secara umum aspek-aspek yang akan dikaji dalam studi kelayakan meliputi :

  1. Aspek hukum

Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek investasi akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk perijinannya, badan hukum yang diusulkan dan lain sebagainya. Aspek hukum digunakan untuk meneliti kelengkapan, kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen yang dimiliki mulai dari badan usaha, izin-izin, sampai dokumen lainnya.

  1. Aspek sosial ekonomi dan budaya

Mencakup pengaruh proyek terhadap pendapatan nasional, penambahan dan pemerataan kesempatan kerja, dampak pergeseran hidup masyarakat setempat dan lain sebagainya. Aspek sosial ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek ini dijalankan. Demikian pula dengan dampak sosial yang ada seperti tersedianya sarana dan prasarana seperti jalan, listrik, telepon, air, dan lain sebagainya.

  1. Aspek pasar dan pemasaran

Berkaitan dengan adanya potensi pasar dari produk yang akan dipasarkan, analisis kekuatan pesaing yang mencakup program pemasaran yang akan dilakukan, estimasi penjualan yang memungkinkan dapat diraih (market share). Aspek pasar dan pemasaran meneliti seberapa besar pasar yang akan dimasuki dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasai pasar serta bagaimana strategi yang akan dijalankan nantinya.

  1. Aspek tekhnis dan tekhnologi

Berkaitan dengan pemilihan lokasi proyek, pemilihan jenis mesin atau peralatan lain sesuai dengan kapasitas produksi yang akan digunakan termasuk layoutnya dan pemilihan tekhnologi yang sesuai. Lokasi yang menjadi perhatian adalah lokasi yang akan dijadikan sebagai kantor pusat, lokasi pabrik, dan lokasi gudang. Demikian pula dengan penentuan layout gedung dan layout ruangan juga akan dinilai.

 

  1. Aspek manajemen

Berkaitan dengan manajemen dalam pembangunan proyek dan manajemen dalam operasionalnya. Aspek manajemen berguna untuk mengukur kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha tersebut dan mencari bentuk organisasi yang sesuai dengan usaha yang akan dijalankan.

  1. Aspek keuangan

Berkaitan dengan dari mana sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dari sumber dana yang bersangkutan. Aspek keuangan berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan serta besarnya biaya yang dikeluarkan. Dari sini akan terlihat pengembalian uang yang ditanamkan seberapa lama akan kembali.

 

2.1.4    Pengertian Investasi

            Menurut Kasmir dan Jakfar, 2012 investasi dapat diartikan sebagai penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Penanaman modal yang ditanamkan dalam arti sempit berupa proyek tertentu baik bersifat fisik atau pun non fisik, seperti proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan.

            Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang usaha, oleh karena itu investasi dibagi dalam beberapa jenis. Dalam prakteknya jenis investasi dibagi dua macam, yaitu :

  1. Investasi nyata ( real investment )

Merupakan investasi yang dibuat dalam harta tetap (fixed asset) seperti tanah, bangunan, peralatan, atau mesin-mesin.

  1. Investasi finansial ( financial investment )

Merupakan investasi dalam bentuk kontrak kerja, pembelian saham atau obligasi, atau surat berharga lainnya seperti sertifikat deposito.

 

2.1.5        Pengertian Capital Budgeting

Capital budgeting menurut Bambang Riyanto, 2000 adalah keseluruhan proses dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu kembali dana tersebut lebih / kurang dari waktu satu tahun.

Capital budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena :

  1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
  2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan datang.
  3. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
  4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat.

 

2.1.6        Pengertian Cash Flow

Cash Flow (arus kas) adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut. Dalam hal ini, bagi investor yang terpentingadalah berapa kas bersih yang diterima dari uang yang di investasikan di suatu usaha. Pentingnya kas akhir bagi investor jika dibandingkan dengan laba yang diterima perusahaan dikarenakan :

  1. Kas diperlukan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai sehari-hari.
  2. Kas digunakan untuk membayar semua kewajiban yang jatuh tempo.
  3. Kas juga digunakan untuk melakukan investasi kembali.

Jenis-jenis Cash Flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :

  1. Initial Cash Flow (aliran kas permulaan)

Merupakan pengeluaran pada awal periode untuk investasi

  1. Operational Cash Flow (aliran kas operasional)

Merupakan kas yang diterima atau dikeluarkan pada saat operasi usaha, seperti penghasilan yang diterima dan pengeluaran yang dikeluarkan pada suatu periode.

  1. Terminal Cash Flow (aliran kas terminal)

Merupakan uang kas yang diterima pada saat usaha tersebut berakhir.

 

2.1.7    Pengertian Depresiasi

Menurut Miswanto  dan  Eko Widodo, 1998 Depresiasi atau penyusutan adalah alokasi kos aktiva tetap berujud sebagai biaya dalam periode-periode yang menerima manfaatnya, secara rasional dan sistematis. Depresiasi bersifat mengurangi penghasilan kena pajak, mengurangihasil penjualan, sehingga akhirnya dapat dihasilkan laba setelah pajak (dengan asumsi penjualan lebih besardari biaya-biaya)

Dalam perhitungan biaya depresiasi, ada beberapa metode, yaitu :

1. garis lurus (straight line), metode depresiasi garis lurus mengalokasikan biaya depresiasi dari tahun ke tahun yang besarnya sama.

2. saldo menurun (double declining balance), pembebanan depresiasi tahunan adalah sebagai presentase tetap dari nilai buku neto

3. MACRS (modified cost recovery system), adalah metode depresiasi dipercepat. Dalam penentuan biaya depresiasi, aktiva atau properti dikelompok-kelompokan. Setiap kelompok aktiva atau properti berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Metode depresiasi MACRS berlaku di Amerika Serikat dan tidak berlaku di Indonesia.

 

2.2              Kajian Penelitian Sejenis

Kajian penelitian sejenis berisikan mengenai kajian hasil dari penelitian yang sejenis atau memiliki kesamaan topik dan variabel yang akan diteliti oleh penulis.

Tujuan dari kajian penelitian sejenis ini adalah untuk mendorong mahasiswa guna menghargai hasil pemikiran dan penelitian orang lain dan juga untuk menanamkan budaya ilmiah dengan selalu meriview hasil penelitian orang lain, sebelum mahasiswa melakukan penelitian sendiri.

 

 

 

 

 

1.  Judul                    : Analisis Kelayakan Pengembangan Bisnis Dalam Usaha

                                    Pada Rental Katak PlayStation

     Nama                   : Karolina Sintia Faradenti

     NPM                    : 10207624

     Jurusan/jenjang    : Manajemen / S1 Universitas Gunadarma 2007

 

Objek penelitian yaitu Rental Katak PlayStation yang berlokasi di Jl. KH. Agus Salim Bekasi Timur yang ingin mengembangkan usahanya dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode NPV, IRR, PI dan pengembalian investasi dengan Payback Periode. Dari penelitian yang dilakukannya maka diperoleh :

–       Waktu pengembalian modal investasi dengan menggunakan metode payback periode adalah 1 tahun 3,80 bulan yang lebih cepat dari umur ekonomisnya yaitu 2 tahun sehingga usulan pengembangan usaha yang akan dilakukan dapat diterima.

–       NPV menunjukkan hasil yang positif (+) yaitu Rp 9.073.950,- maka usulan tersebut dapat diterima.

–       IRR menunjukkan hasil 30,252% lebih besar dari pada tingkat bunga 12,5% yang digunakan.

–       PI yang diperoleh menunjukkan hasil 127,5.

Kesimpulannya :

–       Bahwa usaha pengembangan pada Rental Katak Playstation layak untuk dikembangkan dan peluang investasi yang ditanamkan dalam proyek ini cukup menguntungkan dan sangat membantu.

2. Judul                    : Studi Kelayakan Proyek Untuk Pengembangan Pada Toto

                                    VCD Rental

     Nama                   : Reny Dian Savitri

     NPM                    : 11200503

     Jurusan/jenjang    : Manajemen / S1 Universitas Gunadarma 2003

 

Objek penelitian yaitu Toto VCD Rental yang berlokasi di Jl. Damai 1 Jakarta Timur yang ingin mengembangkan usahanya dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode NPV, IRR, PI dan pengembalian investasi dengan Payback Periode. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh :

–       Waktu pengembalian modal investasi dengan menggunakan metode payback periode adalah 1 tahun 6 bulan yang lebih cepat dari umur ekonomisnya yaitu 5 tahun sehingga usulan pengembangan usaha yang akan dilakukan dapat diterima.

–       NPV menunjukkan hasil yang positif (+) yaitu Rp 4.769.453,- maka usulan tersebut dapat diterima.

–       IRR menunjukkan hasil 42%, walaupun lebih besar dari bunga 21% berarti akan lebih aman jika memilih investor atau Bank Mandiri yang memiliki tingkat bunga yang lebih rendah yaitu sebesar 19%.

–       PI yang diperoleh menunjukkan hasil 1,3.

Kesimpulannya :

–       Bahwa usaha pengembangan toko penyewaan VCD yang telah dijalankan tersebut layak untuk dipertahankan dan selanjutnya diteruskan mengingat  keuntungan yang akan diterima oleh pemilik usaha tersebut.

2.3       Alat Analisis

2.3.1    Metode Payback Periode (Periode Pengembalian)

            Payback Periode adalah periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan kembali.

            Sedangkan menurut Kasmir dan Jakfar, 2012 Payback Periode merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Dengan demikian payback periode dari suatu investasi menggambarkan panjangnya waktu yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya.

 

 

Jadi kriteria penilaian pada metode payback periode ini adalah :

–       Jika payback periodenya < waktu maksimum, maka usulan proyek tersebut dapat diterima.

–       Jika payback periodenya > waktu maksimum, maka usulan proyek tersebut ditolak.

 

2.3.2    Metode Net Present Value (NPV)

NPV (Net Present Value) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV Of Proceed) dan PV investasi (Capital Outlays) selama umur investasi.

   Kas bersih 1       Kas bersih 2                  Kas bersih N

NPV =                           +                          + . . . +                           – investasi

        ( 1 + r )              ( 1 + r )2                                      ( 1 + r )N

Kriteria penilaian NPV adalah :

–       Jika NPV > 0, maka investasi diterima.

–       Jika NPV < 0, maka investasi ditolak.

 

2.3.3    Metode Internal Rate of Return (IRR)

Internal Rate of Return (IRR) merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.

 

 

Metode ini diterapkan dengan prosedur :

  1. Mencari nilai bersih dari investasi
  2. Apabila nilai bersih positif, maka tingkat hasil dinaikkan sampai menunjukkan nilai sekarang bersih negatif. Atau sebaliknya apabila nilai sekarang negatif, maka dicari tingkat hasil sampai nilai sekarang bersih positif.

Kriteria penilaian IRR adalah :

–       Jika IRR > dari suku bunga yang telah ditetapkan, maka investasi diterima.

–       Jika IRR < dari suku bunga yang ditetapkan, maka investasi ditolak.

 

2.3.4    Metode Profitabilitas Indeks (PI)

Profitabilitas indeks adalah menghitung antara nilai sekarang dari penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi.

 

 

Kriteria untuk Profitabilitas Indeks :

–       Jika PI > 1, maka investasi diterima.

–       Jika PI < 1, maka investasi ditolak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

OBJEK PENELITIAN

 

 

3.1       Objek Penelitian

Objek penelitian yang dilakukan dalam penulisan ilmiah ini adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang usaha warnet yang berlokasi di komplek Perumahan Pondok Ungu Permai Bekasi Utara. Warnet ini menetapkan harga Rp 2.500/jam untuk penyewaan komputer dan internet.

 

3.2       Data / Variabel yang Digunakan

Data / variabel yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah perkiraan (estimasi) pendapatan dari aset-aset yang baru pada warnet Bude.net untuk tahun 2012 ke depan.

 

3.3       Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data / variabel dan keterangan serta informasi yang relevan, maka penulis melakukannya dengan cara berikut :

  1. Metode Studi Pustaka :

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data-data atau bahan yang diperlukan yang bersumber dari buku dan internet yang diperlukan sebagai landasan teoritas untuk menganalisa data yang diperoleh di lapangan.

 

 

  1. Metode Studi Lapangan

Penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap obyeknya, guna mendapatkan data-data primer maupun data sekunder yang diperlukan untuk penelitian ilmiah ini.

 

3.4       Alat Analisis yang Digunakan

Dalam penulisan ilmiah ini alat analisis yang digunakan adalah Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Profitabilitas Indeks (PI), Internal Rate of Return (IRR).

 

Rumus Payback Periode (PI) :

 

 

Rumus Net Present Value (NPV) :

   Kas bersih 1       Kas bersih 2                  Kas bersih N

NPV    =                              +                           + . . . +                            – investasi

       ( 1 + r )                   ( 1 + r )2                                      ( 1 + r )N

 

Rumus Profitabilitas Indeks (PI) :

 

 

Rumus Internal Rate of Return (IRR) :

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

 

4.1       Data dan Profil Objek Penelitian

4.1.1    Sejarah Berdirinya Badan Usaha

            Warnet Bude.net berdiri pada tanggal 20 Januari 2009 yang bergerak di bidang jasa penyewaan internet. Warnet ini berlokasi di komplek Perumahan Pondok Ungu Permai Bekasi Utara. Dalam jangka waktu 1 tahun warnet ini cukup berkembang. Mayoritas pelanggan warnet Bude.net ini adalah warga sekitar terutama anak-anak. Warnet ini menentukan tarif penyewaan sebesar Rp 2.500/jam. Warnet ini menawarkan harga khusus bagi para penggunanya berupa paket bermain dengan potongan harga. Paket yang ditawarkan sebesar Rp 10.000 untuk 5 jam. Selain itu warnet ini juga memiliki keunggulan dibandingkan warnet pada umumnya dimana pengguna dapat menyisakan waktu untuk digunakan pada lain waktu apabila masih ada waktu yang tersisa. Dikarenakan warnet ini merupakan usaha keluarga maka warnet ini tidak mempekerjakan karyawan melainkan dilayani oleh anggota keluarga tersebut.

            Bapak Bambang Karsono sebagai pemilik usaha optimis usahanya dapat berkembang lagi, meskipun saat ini banyak usaha sejenis yang bermunculan namun warnet Bude.net tetap dapat bersaing dipasaran, baik dari segi harga maupun kepuasan.

 

 

4.2       Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasan

4.2.1    Aspek Pasar dan Permasalahan

            Warnet Bude.net ini menentukan tarif penyewaaan sebesar Rp 2.500/jam. Bila dibandingkan dengan warnet lain yang ada di lingkungan sekitar yang tarifnya sebesar Rp 3.000/jam, warnet Bude.net ini cukup murah dan terjangkau sehingga lebih diminati oleh masyarakat. Pelanggan dari warnet ini 80% dari masyarakat sekitar dan 20% adalah anak sekolah. Warnet ini sudah menjalankan kegiatan usahanya dimulai pada tahun 2009. Dalam jangka waktu 3 tahun warnet ini cukup berkembang, hal ini dilihat dari banyaknya konsumen yang ingin menggunakan jasa penyewaan internet. Dalam persaingan usaha, ada 5 warnet yang lokasinya tidak jauh dari warnet bude.net tersebut. Warnet ini cukup unggul untuk membuat konsumen berminat datang karena harganya yang relatif terjangkau serta paket yang ditawarkan. Warnet Bude.net memberikan harga khusus atau yang biasa disebut paket yaitu Rp 10.000 untuk 5 jam.

 

4.2.2    Aspek Teknis dan Operasi

            Warnet Bude.net yang terletak di komplek Perumahan Pondok Ungu Permai Bekasi Utara ini memiliki harga yang cukup terjangkau untuk masyarakat sekitar karena memiliki harga yang cukup terjangkau dibandingkan warnet lain yang ada disekitarnya. Warnet ini menjalankan kegiatan usahanya setiap hari dari hari Senin sampai hari Minggu mulai pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 22.00 wib yang dijaga secara bergantian oleh anggota keluarga tersebut. Warnet Bude.net ini ingin mengembangkan usaha yang rencananya akan dimulai pada tahun 2012 ini.

4.2.3    Aspek Keuangan

Pengembangan usaha warnet Bude.net ini dengan menambahkan 5 unit komputer, 5 buah meja komputer serta bangkunya, 1 unit scanner, 4 unit CCTV berikut digital video recorder, 2 buah kipas angin, 2 buah jam dinding, dan 3 buah poster. Rencana ini akan mulai beroperasi pada Juli 2012. Berikut ini merupakan perkiraan harga investasi yang akan dilakukan oleh warnet Bude.net

 

Tabel 4.1

Rencana Investasi

NO

INVESTASI

JUMLAH

1

5 Unit Komputer @ Rp 3.550.000,-

Rp 17.750.000,-

2

5 Buah Meja Komputer @ Rp 300.000,-

Rp   1.500.000,-

3

5 Buah Bangku @ Rp 150.000,-

Rp      750.000,-

4

1 Unit Scanner @ Rp 1.200.000,-

Rp   1.200.000,-

5

4 Unit CCTV @ Rp 350.000,-

Rp   1.400.000,-

6

1 Unit Digital Video Recorder @ Rp 1.000.000,-

Rp   1.000.000,-

7

2 Buah Kipas Angin @ Rp 250.000,-

Rp      500.000,-

8

2 Buah Jam Dinding @ Rp 45.000,-

Rp        70.000,-

9

3 Buah Poster @ Rp 10.000,-

Rp        30.000,-

 

JUMLAH

Rp 24.200.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net

 

Dalam menganalisis penelitian ini, peneliti memperkirakan umur ekonomis komputer adalah 2 tahun dengan nilai residu = 0. Metode depresiasi menggunakan metode garis lurus. Untuk menghitung pendapatan peneliti juga memperkirakan dalam 1 bulan = 30 hari dan 1 tahun = 12 bulan dari aset-aset yang baru.

 

Depresiasi :

 

         8 unit komputer = Rp 1.775.000,- x 5 = Rp 8.875.000,-

 

                                                                                                 Rp 9.475.000,-

 

Perkiraan pendapatan

–       Rata-rata waktu penyewaan internet untuk 1 komputer

1 hari          = 10 jam

1 bulan        = 10 jam x 30 hari      = 300 jam

1 tahun       = 300 jam x 12 bulan = 3600 jam

–       Rata-rata pendapatan 1 tahun, dengan harga 1 jam           = Rp          2.500,-

1 unit komputer = 3600 jam x Rp 2.500                            = Rp   9.000.000,-      

3 unit komputer = Rp 9.000.000 x 5                                  = Rp 45.000.000,-

 

 

 

 

 

Perkiraan biaya yang dikeluarkan per bulan dalam 1 tahun :

Tabel 4.2

Perkiraan Biaya Variabel

NO

BIAYA VARIABEL

JUMLAH

1

Rekening Listrik (12 x Rp 800.000,-)

Rp 9.600.000,-

2

Pewangi Ruangan (12 x Rp 14.500,-)

Rp   174.000,-

3

Pembelian Kertas (12 x Rp 120.000,-)

Rp      1.440.000,-

4

Pembelian Tinta (12 x Rp 150.000,-)

Rp   1.800.000,-

 

JUMLAH

Rp 13.014.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net

 

Tabel 4.3

Perkiraan Biaya Tetap

NO

BIAYA TETAP

JUMLAH

1

Biaya Internet (Rp 1.700.000,- x 12)

Rp 20.400.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net

 

Tabel 4.4

Taksiran Rugi Laba Dalam 1 Tahun

Pendapatan Warnet

 Rp 45.000.000,-

Total Cost

Biaya Variabel

Rp 13.014.000,-

 

Biaya Tetap

Rp 20.400.000,-

 

Jumlah

(Rp 35.414.000,-)

Pendapatan Bersih

 Rp   9.586.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

Tabel 4.5

Perkiraan Aliran Kas Masuk (Proceed)

Tahun

EAT (a)

Depresiasi (b)

Proceed (a+b)

2009

Rp 9.586.000,-

Rp 9.475.000,-

Rp 19.061.000,-

2010

Rp 9.586.000,-

Rp 9.475.000,-

Rp 19.061.000,-

2011

Rp 9.586.000,-

Rp 9.475.000,-

Rp 19.061.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

 

a.  Analisis Payback Period

Investasi                                         :   Rp 24.200.000,-

Proceed tahun I (tahun 2009)        : ( Rp 19.061.000,- )

                                                           Rp   5.139.000,-

Proceed tahun II (tahun 2009)       :   Rp   5.139.000,-   x 12 bulan = 3,24 bulan

                                                           Rp 19.061.000,-

–       Payback Period : 1 tahun 3,24 bulan

Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui Payback Periodenya < umur ekonomisnya, maka investasi diterima. Diperkirakan investasi akan kembali pada tahun 2012 ± bulan Maret.

 

b.  Analisis Net Present Value (NPV)

Dalam menganalisis NPV, peneliti menggunakan tingkat suku bunga kredit sebesar 12%.

 

 

Tabel 4.6

Perhitungan NPV

Tahun

Proceed

(a)

Df 12%

(b)

PV.Proceed

(a x b)

1

Rp 19.061.000,

0,792

Rp  17.021.473,-

2

Rp 19.061.000,

0,893

Rp  15.096.312,-

3

Rp 19.061.000,-

0,712

Rp  13.571.432,-

 

Jumlah PV Proceed

Rp  45.689.217,-

Investasi

Rp (24.200.000,-)

NPV

Rp  21.489.217,-

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

 

Dari hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui NPV bernilai positif yaitu Rp  21.489.217,- maka investasi diterima.

 

c.  Analisis Profitabilitas Indeks (PI)

 

 

 = 188,8

Dari hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui PI > 1 yaitu 188,8, maka investasi diterima.

 

 

d.  Analisis Internal Rate of Return (IRR)

Tabel 4.7

Perhitungan IRR

Perhitungan IRR Tahun

Proceed

(a)

Df 12%

(b)

PV.Proceed

(a x b)

Df 20%

(b)

PV.Proceed

(a x b)

1

Rp 19.061.000,-

0,792

Rp  17.021.473,-

0,833

Rp  15.877.813,-

2

Rp 19.061.000,-

0,893

Rp  15.096.312,-

0,694

Rp  13.228.334,-

3

Rp 19.061.000,-

0,712

Rp  13.571.432,-

0,579

Rp  11.036.319,-

Jumlah PV Proceed

Rp  45.689.217,-

Rp  40.142.466,-

Investasi

Rp (24.200.000,-)

Rp (24.200.000,-)

NPV

Rp  21.489.217,-

Rp  15.492.000,-

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

 

Tabel 4.8

Interpolasi

Discount

Rate

Selisih jumlah PV Proceed

Df 12% dengan Investasi

Selisih Jumlah PV Proceed

Dengan jumlah PV Df 20%

12%

Rp 45.689.217,-

Rp 45.689.217,-

20%

Rp 24.200.000,-

Rp 40.142.466,-

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

 

 

  = 12% + 3,874 x 8%

  = 12% + 30,922

  = 42,992%

 

–       Dari hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui IRR sebesar 40,992% berarti usulan proyek pengembangan usaha warnet Bude.net dapat diterima, karena IRRnya lebih besar dari suku bunga kredit yang telah ditentukan yaitu sebesar 12%.

 

4.2.4    Analisa

            Dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis operasi serta hasil perhitungan dari aspek keuangan maka rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net dapat diterima dan layak dilaksanakan.

 

4.3       Rangkuman Hasil Penelitian

            Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diatas yaitu dengan investasi sebesar Rp 24.200.000,- dan biaya variabel sebesar Rp 13.014.000,- biaya tetapnya sebesar Rp 20.400.000,- dan pendapatan bersih Rp 9.586.000,-, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.9

Hasil Penelitian

NO

METODE

PENELITIAN

HASIL

KETERANGAN

1

Payback Periode

1 tahun

3,24 bulan

Investasi diterima, karena lebih cepat dari umur ekonomisnya yaitu 2 tahun.

2

Net Present Value

Rp 21.489.217,-

Investasi diterima, karena menghasilkan nilai yang positif.

3

Profitabilitas Indeks

188,8

Investasi diterima, karena hasilnya > 1

4

Internal Rate of Return

42,992%

Investasi diterima, karena hasilnya > tingkat suku bunga yang ditentukan yaitu 12%

Sumber data : Warnet Bude.net (data telah diolah)

 

Maka berdasarkan tabel hasil penelitian diatas dapat diambil suatu keputusan bahwa usulan proyek pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh warnet Bude.net dapat diterima dan layak untuk dilaksanakan.

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

 

5.1       Kesimpulan

            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dilihat dari pertimbangan aspek pasar dan pemasaran dintaranya faktor permintaan konsumen yang cukup tinggi dan penawaran yang menunjang kegiatan usaha, harga yang terjangkai bagi konsumen serta strategi pemasaran yang menarik konsumen sehingga meningkatkan target pendapatan yang akan dicapai maka rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net dapat memenuhi kriteria aspek pasar dan pemasaran.
  2. Dilihat dari pertimbangan aspek teknis operasi diantaranya persaingan yang cukup menguasai sehingga menunjang kegiatan usaha yang telah dijadwalkan, fasilitas dan perlengkapan yang memadai maka rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net dapat memenuhi kriteria aspek teknis dan operasi. Dari hasil perhitungan aspek keuangan yaitu Payback Periode 1 tahun 3,24 bulan, Net Present Value (NPV) Rp 21.489.217,- Profitabilitas Indeks (PI) 188,8 dan Internal Rate of Return (IRR) 42,992% maka rencana pengembangan usaha warnet Bude.net dapat memenuhi kriteria aspek keuangan.
  3. Dengan adanya pertimbangan aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis operasi dan perhitungan dari aspek keuangan maka rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net dapat diterima dan layak untuk dilaksanakan.

 

5.2       Saran

            Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dalam menentukan keputusan berinvestasi maka ada baiknya terlebih dulu diadakan penelitian studi kelayakan proyek dengan menggunakan metode Payback Periode, Net Present Value (NPV), Profitabilitas Indeks (PI) dan Internal Rate of Return (IRR) karena menggunakan aliran kas sebagai perhitungan. Hal ini diperlukan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidal diinginkan dan jangan sampai terjadi kesalahan sehingga menimbulkan kerugian. Berdasarkan hasil kesimpulan yang diperoleh jika dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan operasi dan hasil perhitungan dari aspek keuangan rencana pengembangan usaha pada warnet Bude.net meskipun dapat diterima dan layak untuk dilaksanakan dibutuhkan juga manajemen yang cukup profesional. Selain itu disarankan kepada pihak warnet untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada.